Kesehatan

Hal yang Wajib Dipahami Tentang Kista Ovarium pada Remaja

Selain kanker payudara, kista menjadi penyakit yang paling banyak dikhawatirkan oleh kaum hawa. Dua penyakit ini tidak hanya menghancurkan masa depan tapi juga berisiko menyebabkan kematian. Lebih parah lagi, banyak sekali kasus kista ovarium pada remaja.

Baca Juga: Gejala Awal Diabetes yang Setiap Orang Harus Ketahui

Salah besar jika kista itu hanya diderita oleh wanita yang sudah cukup dewasa. Anak remaja pun tidak bisa menghindari dari satu penyakit ini. Memang ini penyakit yang berbahaya. Akan tetapi, bukan berarti tidak bisa disembuhkan.

Ada baiknya setiap wanita, terutama remaja, mengetahui apa itu kista ovarium. Dengan harapan ada langkah antisipasi yang bisa dilakukan. Selain itu, mereka juga tahu apa yang harus dilakukan untuk mereka yang mengalami kista ovarium pada remaja. 

Sekilas Mengenai Kista Ovarium

Ada satu hal yang harus dipahami. Bahwasanya kista di ovarium itu hal yang wajar. Hampir semua wanita mengalami hal ini. Ada seperti benjolan kecil di ovarium. Besarnya tidak lebih dari biji kenari. 

Lambat laun, kista sebesar biji kenari tersebut akan mengecil dan hilang dengan sendirinya. Jadi, inilah yang membuat siapa saja tidak perlu terlalu mengkhawatirkan.

Lalu, mengapa ada wanita yang harus dirawat di rumah sakit? Ini beda kasus. Ada kondisi di mana ternyata benjolan kista tersebut tidak segera menghilang. Ukurannya pun tidak mengecil dengan cepat. Akibatnya, kista menghalangi kinerja ovarium.

Apa yang dihalangi? Kamu harus tahu ovarium itu jumlahnya ada dua. Perannya sangat penting untuk reproduksi wanita. Ketika kista menghalangi, organ reproduksi tidak bisa bekerja dengan baik. Kista ovarium pada remaja menyebabkan penderita tidak bisa hamil.

Ini menjadi hal yang menyedihkan jika kista dialami oleh wanita menikah yang mengharapkan kehadiran bayi. Namun, bukan berarti ini tidak perlu ditakutkan oleh remaja. Karena ketika saat remaja kista di dalam ovarium tidak segera dihilangkan, ada potensi yang sama. Ia tidak bisa mengandung.

Remaja Juga Berisiko Terkena Kista Ovarium

Saat ini, banyak kasus kista ovarium pada remaja yang ditemukan. Alasannya sederhana. Semakin banyak remaja yang sadar akan pentingnya melakukan medical check up, terutama untuk mengetahui apakah ada kista ovarium atau tidak. Jadi, ini tidak lagi hanya tes untuk mereka yang mau menikah saja.

Disisi lain, banyak juga remaja yang sangat concern dengan kesehatan kewanitaan. Lihat saja banyak remaja yang sudah tahu pentingnya menjaga kesehatan organ intim, melakukan SADARI untuk mencegah kanker payudara, serta mengetahui gejala-gejala kista ovarium. 

Namun, apakah kamu tahu apa faktor penyebabnya? Faktor yang menyebabkan kista ovarium pada remaja sangat banyak. Salah satunya faktor genetik. Jika ada salah satu anggota yang mengalami kista, ada risiko di mana anak turunnya juga mengalami hal yang sama. 

Namun, lebih banyak kasus ini disebabkan oleh faktor lain selain genetik, seperti kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi. Serat di dalam makanan akan mengikat air. Di saat yang sama, racun juga diserap kemudian dikeluarkan melalui buang air kecil ataupun buang air besar.

Ada juga faktor yang tidak bisa dikendalikan, yaitu gagalnya folikel melakukan ovulasi. Apa itu artinya? Bagi wanita remaja yang sudah menstruasi, folikel melakukan apa yang disebut dengan ovulasi. Dan ini secara alamiah terjadi setiap bulannya. Hanya saja, terkadang proses ovulasi tersebut gagal. Karena itulah muncul benjolan di ovarium yang disebut dengan kista.

Yang bisa kamu lakukan sebenarnya satu, yaitu menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat. Setidaknya ini yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan risiko terkena kista ovarium.

Gejala Awal Penderita Kista Ovarium 

Lalu, apa gejala yang bisa dijadikan patokan seorang remaja mengalami kista?

1. Rasa Sakit di Area Perut

Rasa Sakit di Area Perut - Kista Ovarium

Ini gejala yang paling mudah untuk diketahui. Saat kamu sering mengalami rasa sakit perut padahal tidak ada masalah dengan makanan yang kamu konsumsi, ada kemungkinan itu gejala kista. Apalagi jika itu terjadi saat menstruasi. Itu tanda yang mendekati gejala kista.

Perut penderita kista ovarium itu sering kembung dan bahkan muncul bengkak pada perut. Perut juga terasa seperti ditekan begitu keras sehingga terasa sangat sakit.

2. Masalah dengan BAK atau BAB

Masalah dengan BAK atau BAB - Kista Ovarium

Biasanya, jika terjadi masalah pada perut, masalah juga muncul ketika BAK (buang air kecil) atau BAB (buang air besar). Dan ini juga menjadi gejala kista ovarium pada remaja

Ada penjelasan yang sangat bisa diterima akal. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kista membuat perut terasa ditekan. Dan itu memang benar. Kandung kemih terus ditekan karena ini menjadi reaksi alamiah untuk mengosongkan kandung kemih. Hanya saja, sulit sekali untuk mengosongkannya. Artinya, penderita mengalami kesulitan buang air kecil. Begitu juga ketika BAB. 

3. Haid Tidak Teratur

Haid Tidak Teratur - Kista Ovarium

Sebenarnya, masalah haid yang tidak teratur itu hal yang wajar. Banyak wanita yang mengalami masalah ini. Akan tetapi, jika haid tidak teratur dan dibarengi dengan rasa yang begitu menyakitkan, sebaiknya kamu segera konsultasi dengan dokter. Bisa saja itu merupakan gejala kista ovarium pada remaja.

Itulah yang kamu harus pahami mengenai gejala kista ovarium. Jika beberapa gejala tersebut kamu rasakan, kamu pantas untuk khawatir. Namun, jangan sampai kekhawatiran tersebut membuat kamu terlalu panik dan takut sehingga kamu tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. 

Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Meskipun kamu sudah tahu ada gejala kista, kamu tidak bisa memastikan bahwa itu kista. Bisa saja itu tanda penyakit lain. Untuk itu, tidak ada yang lebih tepat untuk kamu lakukan selain berkonsultasi dengan dokter. Ini hal pertama dan utama yang perlu kamu lakukan jika merasa ada gejala kista di ovarium muncul.

Dokter akan melakukan serangkaian observasi. Ada 4 tindakan pemeriksaan yang bisa dijadikan opsi untuk memastikan apakah ada kista di ovarium atau tidak, yaitu USG, Biopsi, tes darah, dan Laparoskopi. Teknik pemeriksaan akan dilakukan dokter sesuai dengan kebutuhan.

Jika ternyata benar ada kista, dokter akan mencari tahu lebih jauh lagi. Pemeriksaan lebih detail lagi diperlukan untuk mengetahui kista pada ovarium termasuk yang jinak atau ganas. Inilah yang menjadi penentu tindakan apa yang akan dilakukan.

Tidak sedikit penderita kista yang hanya diminta untuk menjalankan pola hidup sehat dan mengkonsumsi obat tertentu. Tujuannya untuk mengecilkan kista lalu kista akan hilang. Namun, penanganan lebih serius akan dilakukan jika kista di ovarium ganas. Tindakan yang paling serius yang akan dilakukan adalah operasi. Akan dilakukan pembedahan untuk memotong dan mengangkat kista dari ovarium.

Baca Juga: Tempat Wisata di Jogja Dekat Malioboro

Siapa saja tidak ingin mengalami masalah tersebut. Karena banyaknya kasus kista ovarium pada remaja, sebaiknya para remaja berhati-hati. Kenali kondisi kesehatan kewanitaan. Lakukan pola hidup yang sehat. Ini akan sangat membantu agar menurunkan risiko terkena penyakit berbahaya, termasuk kista ovarium.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Kesehatan