KesehatanGaya HidupInspirasi

8 Protokol Persiapan Puasa Sebelum Operasi Caesar yang Harus Ditaati

8 Protokol Persiapan Puasa Sebelum Operasi Caesar

Operasi caesar merupakan metode alternatif melahirkan selain kelahiran vaginal atau normal. Metode melahirkan ini biasanya disarankan untuk ibu yang memiliki kondisi medis tertentu. Ketika metode caesar sudah ditentukan untuk sang ibu, maka ada beberapa bentuk persiapan yang harus dilakukan untuk menjamin kesuksesannya. Tidak dinyana, ternyata ibu juga perlu melakukan persiapan puasa sebelum operasi caesar. Ternyata puasa di dalam konteks ini merupakan sebuah proses yang penting.

Baca Juga: Tips Agar Puasa Lancar dari Perspektif Kesehatan

Protokol Puasa Sebelum Operasi Caesar

Banyak orang kurang familiar dengan protokol untuk berpuasa sebelum menjalani operasi, seperti operasi caesar. Mindset orang tentang berpuasa kemungkinan lebih terkait dengan puasa untuk beribadah. Tetapi, puasa sebelum operasi atau juga disebut dengan istilah preoperative fasting, memiliki protokol yang berbeda. Berikut merupakan beberapa protokol yang perlu dipatuhi:

1. Puasa Makanan Berminyak atau Digoreng

Gorengan - Puasa Sebelum Operasi

Protokol pertama adalah terkait dengan makanan yang dimasak dengan digoreng atau mengandung minyak dengan kadar tinggi. Seorang ibu yang akan menjalani operasi caesar harus berpuasa dari makanan seperti ini sedikitnya 8 jam sebelum operasi caesar dilakukan. 

Makanan jenis ini dapat mengintervensi obat yang diberikan serta mengganggu metabolisme tubuh. Bahkan, dalam kondisi tertentu, terkadang seorang ibu diminta untuk berpuasa lebih lama setelah memakan makanan seperti ini.

2. Puasa Makanan Berprotein Tinggi

Makanan Berprotein Tinggi - Puasa Sebelum Operasi

Makanan berprotein tinggi yang dimaksud disini terutama adalah daging merah. Seperti halnya jika seseorang makan makanan berminyak, persiapan puasa sebelum operasi caesar setelah makan daging merah adalah delapan jam. 

Tubuh manusia membutuhkan kerja ekstra untuk melakukan proses pengolahan makanan dengan kadar protein tinggi semacam ini. Oleh karenanya, membutuhkan waktu lama sampai daging selesai dicerna oleh tubuh dan proses operasi siap untuk dilaksanakan.

3. Puasa Makanan Ringan

Makanan Ringan - Puasa Sebelum Operasi

Makanan ringan yang dimaksud disini biasanya adalah roti dan makanan-makanan lembut lainnya. Ibu hamil yang akan menjalani operasi ini boleh memakan makanan ringan seperti roti sedikitnya 6 jam sebelum operasi dilakukan. 

Makanan ringan ini dibutuhkan untuk memberikan energi yang dibutuhkan ibu hamil sebelum menjalankan operasi. Proses pencernaan makanan yang dilakukan juga lebih cepat jika dibandingkan dengan makanan lainnya.

4. Puasa Susu

Puasa Susu - Puasa Sebelum Operasi

Di antara protokol persiapan puasa sebelum operasi caesar, ternyata konsumsi susu hewani juga memiliki aturannya sendiri. Setelah mengkonsumsi susu, ibu hamil harus menunggu hingga 6 jam sebelum bisa dibawa ke ruang operasi. Susu mengandung bagian padat sehingga membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk dicerna oleh manusia. 

Hal ini berbeda jika operasi dilakukan terhadap bayi yang masih menyusui dari ibunya. Susu ibu tidak sekompleks susu hewani lain sehingga hanya membutuhkan waktu 4 jam untuk selesai dimetabolisme oleh tubuh.

5. Puasa Cairan Bening

Jus Jeruk - Puasa Sebelum Operasi

Terdapat juga persiapan puasa sebelum operasi caesar setelah mengonsumsi cairan bening. Cairan bening di sini tidak selalu harus berarti air putih. Cairan bening adalah segala jenis cairan yang tidak mengandung zat padat sehingga jus tanpa ampas dan air kelapa murni juga masuk ke dalam kategori ini. 

Waktu menunggu setelah konsumsi cairan bening yang diberikan adalah 2 jam. Perlu diingat bahwa ibu hamil harus memaksimalkan waktu ini. Sangat penting bagi seorang ibu untuk memastikan bahwa sel-sel tubuhnya terhidrasi dengan baik saat masuk ke dalam ruang operasi.

6. Puasa Kopi atau Minuman Berkafein Lain

Kopi - Puasa Sebelum Operasi

Konsumsi kopi atau minuman berkafein lain sebelum menjalankan operasi benar-benar masih diperdebatkan oleh ahli. Ada yang berpendapat bahwa kopi termasuk dalam kategori cairan bening sehingga hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk menunggunya selesai dicerna. 

Akan tetapi, ada juga yang memiliki pendapat bahwa kafein sendiri merupakan zat yang aktif karena bersifat diuretik dan juga memacu adrenaline. Karena pertimbangan ini, setelah mengkonsumsi kopi, ibu hamil harus menunggu lebih lama dari 2 jam. Namun, perlu diingat lagi bahwa konsumsi minuman kafein tidak disarankan untuk ibu hamil.

7. Obat Sebelum Operasi

Obat - Puasa Sebelum Operasi

Sebelum operasi, terkadang ibu hamil akan diberikan obat penunjang untuk operasinya. Obat ini juga merupakan bagian dari protokol persiapan puasa sebelum operasi caesar. Satu jenis obat yang umum diberikan kepada ibu hamil sebelum operasi adalah obat tipe antasida. 

Obat tipe ini diberikan untuk mencegah naiknya asam lambung akibat menjalani puasa sebelum operasi. Asam lambung yang naik dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil sehingga hal ini dilakukan.

8. Perbedaan Metabolisme

Perbedaan Metabolisme - Puasa Sebelum Operasi

Terkait dengan kegiatan puasa sebelum operasi ini, perlu diingat bahwa setiap manusia memiliki sistem metabolisme yang berbeda-beda. Ada orang yang mampu memetabolisme makanan dengan cepat dan ada yang tidak. 

Dokter kandungan yang bekerja membantu Anda akan bisa memperkirakan berapa tepatnya waktu yang diperlukan tubuh Anda untuk berpuasa. Protokol-protokol yang disampaikan sebelum hanya berupa patokan untuk menjalankan persiapan puasa sebelum operasi caesar dengan aman.

Alasan untuk Berpuasa Sebelum Melakukan Operasi Caesar

Ada beberapa alasan yang membuat seorang ibu wajib untuk menjalankan puasa sebelum masuk ke ruang operasi untuk melahirkan bayinya dengan metode caesar. Pasien yang menghindari cairan sedikitnya dua jam sebelum menjalankan operasi akan lebih sedikit peluangnya dalam mengalami pulmonary aspiration. Ketika hal ini terjadi, saat operasi, sang ibu bisa jadi mengalami kesulitan bernapas. 

Kesulitan bernapas di saat persalinan memiliki banyak implikasi yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya. Pertama-tama, ketika tubuh mengalami kesulitan di dalam menarik napas, akan muncul perasaan cemas di dalam diri ibu. Perasaan cemas ini bisa memicu peningkatan tekanan darah di saat operasi. Ketika hal tersebut terjadi, operasi bisa menjadi sebuah tindakan yang cukup beresiko untuk dilakukan. Oleh karenanya, disarankan untuk menghindari cairan berlebih.

Pulmonary aspiration juga merupakan salah satu alasan dilakukannya persiapan puasa sebelum operasi caesar karena salah satu gejalanya adalah terbatuk-batuk. Saat terbatuk, tubuh terguncang dan otot-otot menegang sebelum nantinya rileks kembali. Kondisi seperti itu jika terjadi berulang-ulang tentunya tidak ideal di saat operasi caesar yang dilakukan di perut bagian bawah dilakukan. 

Ketika perut ibu hamil masih penuh karena makanan belum dicerna dengan sempurna sebelum operasi, muncul risiko yaitu memuntahkan makanan. Muntah ini bisa jadi merupakan reaksi tubuh akibat anestesi yang diberikan oleh dokter dalam kondisi perut sedang penuh. Bisa jadi hal ini juga terjadi karena tekanan di saat proses operasi sedang dilaksanakan.

Persiapan puasa sebelum operasi caesar ternyata juga dilakukan karena risiko komplikasi setelah operasi semakin besar setelah mengonsumsi makanan tertentu yang belum termetabolisme. Hal ini terutama terkait dengan konsumsi zat seperti glukosa sebelum operasi. Ketika gula belum sepenuhnya diproses oleh tubuh, muncul masalah berupa sulitnya luka operasi menutup dengan alami. Akibatnya proses kesembuhan setelah persalinan menjadi lama karena luka sulit mengering.

Kondisi Ketika Puasa Tidak Dilakukan Sebelum Operasi Caesar

Idealnya, operasi caesar merupakan metode kelahiran yang sudah direncanakan jauh hari. Dokter kandungan sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada calon ibu dan memutuskan bahwa metode melahirkan ini merupakan cara yang terbaik. Pengetahuan ini tentunya didapat dari hasil observasi yang rutin terhadap ibu dari awal hingga akhir masa kandungan. Dengan begitu, dokter mampu membuat keputusan yang lebih akurat akan metode melahirkan ibu.

Namun, bisa juga terjadi kasus di mana operasi caesar terjadi sangat tiba-tiba. Seorang ibu yang tadinya tidak didiagnosis akan melakukan operasi ini akhirnya harus melakukannya. Karena keputusan operasi terjadi tiba-tiba maka persiapan puasa sebelum operasi caesar tidak dapat dilakukan. Kondisi ini cukup umum dijumpai di masa persalinan. Dalam hal ini, dokter harus melakukan wawancara terhadap pasien mengenai histori konsumsinya sebelum operasi. Informasi dari pasien akan mempengaruhi pendekatan operasi yang dilakukan, termasuk sistem anestesi yang diberikan.

Baca Juga: Tips Pola Hidup Sehat dan Cara Menjaga Pola Makan saat Puasa

Ibu yang akan menjalani operasi caesar wajib untuk mengetahui protokol persiapan puasa sebelum operasi caesar secara menyeluruh. Hal ini akan membuatnya lebih siap dalam menghadapi hari persalinan kelak. Ada kasus-kasus ketika waktu operasi harus diundur karena ibu kurang memahami protokolnya. Ini semua dilakukan untuk melindungi diri ibu dan janin. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan waktu persalinan saja. Ada dampak setelah persalinan yang muncul jika protokol tidak ditaati.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Kesehatan