KesehatanGaya Hidup

Kamu yang Pekerja Kantoran Perlu Tahu Bahaya Banyak Duduk

Tidak lagi menjadi rahasia jika ada bahaya banyak duduk. Dan kebanyakan ini dialami oleh pekerja kantoran. Pasalnya, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di tempat duduk daripada melakukan aktivitas fisik lain.

Baca Juga: Tempat Wisata di Puncak yang Paling Enak untuk Liburan Keluarga

Maka dari itu, jika kamu seorang pekerja kantoran yang lebih banyak duduk, sebaiknya kamu hati-hati. Ada baiknya kamu pahami apa gangguan banyak duduk yang bisa kamu alami. Dengan cara ini, kamu bisa melakukan antisipasi. 

Dan sebenarnya tidak sulit untuk mencegah gangguan akibat banyak duduk di kantor. Kamu hanya perlu tahu apa yang harus dilakukan dan harus konsisten melakukannya. 

Gangguan Banyak Duduk yang Sering Dialami Orang Kantoran

Mungkin kamu sekarang sudah mengalami gejala-gejala gangguan karena terlalu banyak duduk. Berikut ini beberapa bahaya banyak duduk yang bisa mengancam:

1. Obesitas

Obesitas - Banyak Duduk

Pernah lihat anak kantoran yang baru 1 tahun sudah terlihat gemuk sekali? Bisa saja itu pertanda bahwa orang tersebut sudah merasa nyaman. Karena sudah mendapatkan gaji, maka kebutuhan gizinya tercukupi. Tidak seperti masih kuliah atau belum mendapatkan pekerjaan sehingga makan setiap hari saja mungkin hanya 1 atau 2 kali.

Anggapan seperti itu bisa saja benar. Akan tetapi, kebanyakan tubuh yang sedikit lebih berisi tersebut pertanda kurang sehat. Bukannya gizi bertambah, melainkan tanda obesitas.

Ada perbedaannya. Lihat saja apakah ia aktif bergerak atau sebaliknya. Apakah ia rajin olahraga atau tidak. Jika perlu, lihat bagian tubuh mana yang mulai gemuk. Tubuh yang tambah bersih dan sehat itu di seluruh tubuh. Tidak hanya di bagian tertentu. Misalnya saja seseorang mulai gemuk hanya di bagian perut saja, besar kemungkinan itu bukan gemuk yang sehat.

Apalagi ada bagian lain yang gemuk dan berlemak, seperti di lengan, pipi, dan leher. Bisa saja itu tanda kenaikan berat badan yang tidak normal yang disebut dengan obesitas.

Obesitas ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Mengkonsumsi makanan terlalu banyak gula salah satu pemicunya. Akan tetapi, harus dipahami gula di dalam tubuh juga diperlukan untuk diubah jadi energi. Caranya dengan bergerak aktif.

Itulah mengapa gula tidak boleh selalu disalahkan ketika ada yang mengalami obesitas. Harus ditanyakan juga apakah seseorang bergerak aktif atau tidak. Inilah yang kemudian membuat semua jelas antara bahaya banyak duduk dengan obesitas. Pekerja kantoran yang lebih sering duduk berisiko sekali mengalami obesitas karena kurang gerak.

2. Otot Lemah

Kram - Banyak Duduk

Tidak selalu obesitas yang menjadi gangguan terlalu lama duduk. Bisa juga gejala paling awalnya adalah otot terasa lemah. Sehingga otot mudah kram, kamu mudah keseleo, dan tubuh terasa tidak sehat.

Hal ini disebabkan otot tidak dilatih. Saat kamu duduk saja di kantor, otot sama sekali tidak bekerja, terutama otot kaki. Yang mendapatkan tumpuan hanya tulang punggung saja. Akibatnya, otot menjadi lemah dan mudah terkena masalah.

Berbeda jika otot terus dilatih. Dan latihan otot tidak harus yang berat. Tidak harus angkat beban di gym atau olahraga lari. Membawa tubuh aktif bergerak dari tempat satu ke tempat lain dengan cara berjalan itu sudah termasuk latihan otot yang bagus.

3. Nyeri Leher dan Punggung

Nyeri Leher - Banyak Duduk

Ini bahaya banyak duduk yang paling sering dialami oleh para pekerja kantoran. Bahkan, ini dianggap hal yang remeh. Ketika merasa capek di leher dan punggung, tinggal panggil saja tukang pijat. Selesai. Apakah itu juga yang kamu sering lakukan?

Pijatan memang bisa membuat otot rileks. Namun, itu bukan solusi. Apakah kamu harus memanggil tukang pijat terus menerus? Tentu saja tidak. Otot tidak harus dipijat, tapi dilatih seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Nyeri pada leher dan punggung itu lebih disebabkan otot mendapatkan beban yang berat ketika duduk. Agar otot kuat, maka otot harus dilatih. Dan ini cara yang paling tepat untuk menghindari nyeri di leher dan punggung.

4. Osteoporosis

Osteoporosis - Banyak Duduk

Penyakit yang satu ini sering dikaitkan dengan usia yang tidak lagi muda. Benarkah demikian? Memang ada benarnya. Akan tetapi, itu tidak sepenuhnya benar.

Apakah kamu tahu osteoporosis itu apa? Yaps, ini adalah gangguan pada tulang karena tidak lagi kuat. Dan kekuatan tulang tidak hanya menurun seiring bertambahnya usia. Tulangnya anak muda juga bisa rapuh jika tidak mendapatkan vitamin dan kalsium yang pas.

Di sisi lain, tulang juga seperti otot. Tulang perlu dijaga dan dilatih. Jika tidak, kekuatan tulang rapuh. Ini pula yang juga menyebabkan osteoporosis di masa muda.

Terlalu sering duduk dan kurang beraktivitas fisik juga bisa menyebabkan tulang tidak kuat. Awalnya akan sering terasa nyeri di punggung dan juga tulang lainnya. Lalu, gejala osteoporosis akan mulai dirasakan.

5. DVT

DVT - Banyak Duduk

Apa itu DVT? Ini singkatan dari deep vein thrombosis. Dalam Bahasa Indonesia, ini disebut juga dengan penggumpalan darah di pembuluh darah vena bagian dalam.

Penyakit ini biasanya menyerang pada bagian tungkai. Bagian tubuh tersebut bengkak dan terasa nyeri yang luar biasa. Namun, hal tersebut bisa menyebabkan gangguan yang lebih berbahaya lagi. Penggumpalan darah bisa juga menyebabkan penyakit lain seperti darah bisa mengalir ke paru-paru. Akibatnya, terjadilah emboli paru. Dan ini bukan gangguan yang boleh dianggap sepele.

Itulah beberapa bahaya banyak duduk. Dan bukan hanya pegawai kantoran saja yang berisiko. Semua orang juga berisiko. Hanya saja, kebiasaan orang kantoran yang lebih sering duduk daripada aktif membuat mereka sangat berisiko mengalami gangguan tersebut di atas.

Tips Supaya Terhindar dari Gangguan Karena Banyak Duduk 

Sebenarnya, tidak sulit untuk menghindari dari bahaya banyak duduk. Cukup lakukan tiga kebiasaan ini saja. Yang pertama, berdiri dari tempat duduk setiap 30 menit sekali. Kamu tidak perlu pergi dari tempat kerja. Cukup berdiri sekitar 10 detik. Jika perlu, kamu bisa menggerakkan badan ke kanan dan ke kiri untuk merenggangkan otot.

Yang kedua, jalan kaki setiap 1 jam sekali. Jika sudah 1 jam kamu berada di meja kerja, cobalah untuk ke tempat lain agar kamu bisa berjalan kaki. Kamu bisa ke pantry untuk mengambil air minum, ke tempat fotokopi, atau sekedar ke luar ruangan untuk mendapatkan udara segar. Yang pasti, buat kaki kamu beraktivitas setidaknya 2-3 menit. 

Yang ketiga, gunakan kursi ergonomis. Ganti kursi kerja biasa kamu dengan kursi ergonomis. Mengapa? Karena kursi ini didesain untuk menopang tubuh kamu lebih baik saat bekerja. Tinggi bisa kamu sesuaikan sesuai dengan kenyamanan kamu saat duduk dan bekerja. Desain juga dibuat sehingga mendukung postur tubuh kamu saat duduk.

Baca Juga: Perilaku Karyawan Produktif yang Bikin Atasan Suka Dengan Keadaan

Tiga hal tersebut bisa kamu lakukan. Dan kamu akan terhindar dari bahaya banyak duduk. Setidaknya kamu bisa lebih nyaman saat duduk dan memiliki tenaga yang cukup banyak untuk bekerja. Jadi, tidak hanya gangguan saja yang bisa kamu hindari tapi juga kamu akan lebih produktif bekerja di kantor.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Kesehatan