KecantikanGaya HidupInspirasiKesehatan

Ketahui! Ini 6 Penyebab Keputihan Berlebihan Pada Wanita dan Cara Mengatasinya

6 Penyebab Keputihan Berlebihan Pada Wanita dan Mengatasinya

Bagi sebagian wanita, mengalami keputihan mungkin jadi hal biasa yang umum. Apalagi kondisi itu dinilai wajar sebagai cara alami tubuh membersihkan diri. Tapi bagaimana jika keputihan berlebihan? Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya?

Baca Juga: Resep Makanan Anak Kos dengan Rice Cooker Mudah dan Bergizi

Wanita dan keputihan, tampaknya memang sulit untuk tidak dikaitkan. Terlebih hampir semua wanita pasti pernah mengalaminya. Entah itu keputihan yang normal dan tidak berbahaya ataupun keputihan yang berlebihan dan perlu diwaspadai.

Maka dari itu, penting bagi kamu bisa mengenali kondisi keputihan yang tengah dialami. Terutama dengan mengenali penyebabnya lebih dulu. Sebab hal itu nantinya akan dapat berpengaruh pada cara menanganinya.

Penyebab Wanita Mengalami Keputihan Berlebihan

Secara umum, keputihan adalah sebutan untuk cairan yang keluar dari dalam vagina. Di mana cairan itu berwarna bening atau putih serta tidak berbau menyengat.

Keputihan ini sendiri adalah bentuk dari reaksi normal tubuh dalam melindungi organ kemaluan pada wanita. Meski ada juga beberapa kasus keputihan yang dialami ternyata tidak normal. Seperti yang ditandai dengan keluarnya cairan putih yang terlalu kental atau tebal, berbau busuk dan berwarna agak gelap.

Sementara untuk keputihan yang berlebih, itu bisa terjadi saat kondisi normal ataupun abnormal. Dengan beberapa faktor dan kondisi berikut ini sebagai penyebabnya:

1. Ovulasi

Ovulasi - Keputihan Berlebihan

Penyebab pertama yaitu keputihan yang terjadi pada masa ovulasi. Ya, penyebab keputihan berlebihan memang tidak selalunya hanya disebabkan karena suatu penyakit. Kondisi normal seperti ini juga bisa menyebabkannya.

Masa ovulasi sendiri adalah masa di mana wanita tengah berada di fase sedang subur-suburnya. Sehingga tak ada yang perlu dikhawatirkan jika memang kamu mengalami keputihan karena fase ini.

2. Kondom

Kondom - Keputihan Berlebihan

Adalah salah satu alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Sebagian wanita memang ada yang alergi karena alat ini. Di mana hal itu bisa sampai membuat ia mengalami keputihan berlebihan yang banyak.

Terlebih untuk kondom yang mempunyai aroma wangi. Kondom jenis itu kadang bisa menimbulkan reaksi negatif pada wanita. Termasuk membuat kewanitaan terinfeksi dan mengakibatkan keputihan.

Untuk itu jika tahu ada reaksi alergi, sebaiknya hentikan penggunaan kondom. Akan lebih baik kamu pilih jenis kontrasepsi lainnya yang lebih aman.

3. IUDs

IUDs - Keputihan Berlebihan

Merupakan alat kontrasepsi yang langsung dimasukkan dalam rahim. IUDs oleh masyarakat Indonesia kerap disebut dengan KB. Yang mana kegunaannya ialah untuk mencegah kehamilan.

Akan tetapi siapa sangka jika IUDs ternyata juga dapat menyebabkan keputihan berlebih pada wanita. Di mana ini biasanya terjadi akibat respon tubuh terhadap benda asing. Sehingga ada kemungkinan organ kewanitaan telah terinfeksi oleh benda tersebut dan memicu keluarnya keputihan berlebihan.

4. Alergi

Vagina - Keputihan Berlebihan

Ketika mengalami alergi pada vagina, tubuh akan merespon dengan munculnya keputihan berlebihan. Karena itu, rawat sebaik mungkin bagian tersebut agar tidak mengalami atau bersentuhan dengan alergen.

Adapun disamping itu, hal-hal yang bisa membuat bagian kewanitaan mengalami alergi ada banyak. Contohnya yaitu penggunaan sabun pembersih khusus organ kewanitaan, semprotan, pelumas dan lainnya.

Oleh sebab itu, jika kamu mengalami keputihan berlebih karena produk-produk itu, maka segera hentikan penggunaannya. Sebab bagaimanapun, penggunaan bahan kimia dalam membersihkan organ kewanitaan sangat tidak dianjurkan yang akan berdampak keputihan berlebihan.

5. Infeksi Jamur

Infeksi Jamur - Keputihan Berlebihan

Keputihan berlebihan yang disebabkan oleh hal ini termasuk salah satu mimpi buruk bagi wanita. Bagaimana tidak, kondisi ini cukup menakutkan dan mengkhawatirkan. Sebab keputihan tidak hanya akan berlebih tapi bahkan juga sampai ‘banjir’.

Biasanya, cairan yang keluar akan berwarna putih susu dan menggumpal. Juga disertai dengan bau tidak sedap yang menyengat. Di mana ini sudah dipastikan bahwa infeksi jamur itu mengganggu kesehatan.

6. Infeksi Menular Seksual

infeksi Menular - Keputihan Berlebihan

Terakhir, penyebab wanita mengalami keputihan berlebihan adalah karena IMS. Yakni penyakit infeksi saluran seksual seperti infeksi gonore atau klamidia. Yang mana infeksi ini dapat terjadi akibat melakukan hubungan seks tanpa pengaman dengan seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya.

Bila wanita terkena infeksi ini, gejalanya adalah keputihan berlebih yang disertai bau amis atau anyir. Juga dibarengi dengan rasa gatal dan sensasi terbakar pada area sekitar dan organ kewanitaannya.

Apabila sudah seperti ini, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Sehingga kondisinya dapat cepat diberikan penanganan yang tepat.

Cara Mengatasi Keputihan Berlebihan Pada Wanita

Umumnya, keputihan normal akan berhenti dalam beberapa hari. Namun bila keputihan yang dialami terjadi berlebihan dan abnormal maka itu perlu segera diatasi. Bagaimana caranya? Simak berikut ini:

1. Obat Antibiotik

Cara pertama ini bisa kamu pilih jika keputihan disebabkan oleh infeksi bakteri. Dokter pada umumnya akan meresepkan satu dosis obat antibiotik. Yang mana itu harus rutin diminum sesuai dengan anjuran.

Jenis antibiotik yang diberikan ini bisa beragam, tergantung pada jenis bakteri yang menyebabkannya. Selain itu, bentuk antibiotik yang diresepkan pun tidak hanya obat minum. Akan tetapi bisa juga antibiotik yang berbentuk krim, salep atau gel yang dioles langsung pada kulit vagina.

2. Obat Antijamur

Jenis obat kedua ini akan diperlukan jika keputihan berlebihan disebabkan oleh infeksi jamur seperti Candidiasis. Adapun obat antijamur yang biasa diberikan dokter untuk antara lain fluconazole, ketoconazole dan miconazole. Di mana obat ini bisa diberikan dalam bentuk tablet maupun krim.

Namun seperti halnya obat antibiotik, pemakaian jenis, dosis dan jangka waktu pemberian obatnya akan disesuaikan. Yakni tergantung pada kondisi, penyebab dan tingkat keparahan dari keputihan.

Misalnya Miconazole yang akan membantu membunuh jamur. Serta mengurangi rasa gatal, sensasi terbakar dan jumlah keputihannya.

3. Terapi Hormon

Ketika keputihan berlebih dialami saat wanita telah memasuki masa menopause. Maka terapi hormon adalah salah satu pengobatan yang bisa dilakukan.

Terapi hormon ini bisa berupa obat minum, bisa juga obat yang disuntikkan ke organ kewanitaan. Akan tetapi meskipun begitu, terapi yang lewat suntikan pada kebanyakan kasus tidak seefektif terapi hormon yang diminum.

4. Ganti Alat KB

Apabila keputihan dikarenakan penggunaan alat KB yang tidak cocok, maka cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menggantinya. Dokter pun biasanya akan menyarankan agar kamu ganti alat kontrasepsi lain yang lebih cocok.

5. Perawatan Mandiri di Rumah

Selain beberapa cara di atas, perawatan mandiri di rumah juga bisa dilakukan. Kamu hanya perlu mengikuti beberapa tipsnya berikut ini:

  • Jaga area kemaluan tetap kering dan bersih
  • Hindari menggunakan sabun pembersih, semprotan, wewangian atau bedak pada area genital
  • Setelah buang air, bersihkan vagina dengan gerakan dari depan ke belakang
  • Gunakan celana berbahan katun, hindari celana dalam terlalu ketat
  • Kompres air dingin untuk membantu meredakan gatal dan pembengkakan
  • Sebaiknya jangan lakukan hubungan seksual lebih dulu.

Baca Juga: Alat Musik Aneh dan Jarang Orang Bisa Menguasai

Ketika mengalami keputihan berlebihan, yang penting diperhatikan adalah apabila itu berlangsung lebih dari seminggu. Ditambah lagi bila disertai bau busuk, gatal dan tanda-tanda keputihan abnormal lainnya. Kondisi itu perlu diwaspadai dan segera periksakan ke dokter.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Kecantikan