InspirasiGaya Hidup

Pentingnya Menentukan Ide Membuat Startup Sebelum Eksekusi

Pentingnya Menentukan 3 Ide Membuat Startup Sebelum Eksekusi

Saat ini, lebih banyak milenial yang tertarik di dunia startup. Bahkan, ada juga yang berniat untuk membuat sendiri. Bagi kamu yang ingin memiliki startup sendiri, ada baiknya kamu pikirkan dulu ide membuat startup.

Baca Juga: Ini Dia Deretan Penyanyi Lagu Jawa Kondang

Seberapa penting menentukan ide ini? Sangat amat penting. Apalagi di era sekarang di mana ribuan startup bertebaran di luar sana. Mungkin ide yang kamu akan eksekusi itu baru. Dan belum ada startup yang melakukan eksekusi. Tapi, siapa tahu ternyata sudah ada startup yang menerapkan ide kamu tersebut. Hanya saja, mereka masih dalam tahap inkubasi.

Yang pasti, menentukan ide membuat startup ini teramat penting. Jika tidak, kamu akan menghabiskan uang, waktu, dan tenaga secara sia-sia belaka.

Lebih Banyak Startup yang Gagal Tumbuh daripada yang Berhasil

Penolakan Bisnis - Membuat Startup

Tahukah kamu jika lebih banyak startup yang gagal daripada yang berhasil? Jika dilihat dari persentasenya, nilainya kegagalannya sangat tinggi. mencapai 90 persen atau bahkan lebih. 

Tahukan kamu kok itu bisa terjadi? Ternyata, kebanyakan startup tersebut gagal karena ide yang dipakai tidak genuine. Sudah ada startup lain yang menggunakan atau menerapkan ide tersebut. Jadi, bisa dikatakan mereka hanya meniru saja.

Dalam dunia bisnis, meniru memang hal yang lumrah. Bahkan, sepertinya tidak ada bisnis baru yang berkembang yang tidak berasal dari proses meniru. Akan tetapi, meniru bukan berarti membuat bisnis yang benar-benar sama. Tidak ada bedanya. Seharusnya, ada juga modifikasi yang membuat bisnis beda dengan yang ditiru. 

Begitu juga dengan startup. Yang sangat diharapkan sebenarnya adalah ide membuat startup yang benar-benar belum ada sebelumnya. Hanya saja, sepertinya hal tersebut tidak mungkin terjadi. Setidaknya, ada tiruan yang hanya sekitar 40 persen. Sementara itu, selebihnya adalah ide baru yang fresh dan yang belum dieksekusi oleh startup lain.

Sayangnya, hal semacam itu tidak dilakukan oleh kebanyakan pendiri startup. Hingga akhirnya mereka harus gagal berkembang.

Ada juga yang disebabkan karena ide yang ditawarkan bukanlah solusi yang dicari oleh masyarakat. Pada dasarnya, bisnis itu jawaban atas masalah atau kesulitan yang dialami oleh masyarakat. Contohnya saja Gojek. Startup yang satu ini dibuat karena satu masalah, yaitu sulitnya mencari tukang ojek dan tingginya biaya ojek. Hingga akhirnya dibuatlah Gojek di mana kamu dan masyarakat yang lain bisa order driver online secara mudah dan dengan harga yang terjangkau.

Jadi, dua kunci utama. Ide membuat startup harus fresh dan mampu memecahkan masalah masyarakat. Sayangnya, kebanyakan startup tidak mampu memenuhi dua hal tersebut.

Menentukan Ide Sebelum Membuat Startup 

Jadi, sekarang kamu sudah paham bukan mengapa menentukan ide saat membuat startup itu penting? Bahkan, ide merupakan fondasi yang sangat penting dan yang sangat menentukan apakah startup yang kamu bangun ini bisa diterima oleh masyarakat atau tidak.

Untuk menentukan ide membuat startup, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

1. Menentukan Niche

Niche - Membuat Startup

Yang pertama adalah menentukan niche. Apa itu niche? Bisa dikatakan niche itu kategori atau tema. Kita kembali lagi ke contoh Gojek. Niche dari startup ini adalah ojek online. Jadi, fokusnya adalah ke ojek online. Meskipun akhirnya startup ini melakukan scale up dengan menawarkan jasa lain, yang utama adalah layanan ojek online.

Nah, sekarang bagaimana dengan startup kamu. Apa niche-nya? Sebaiknya, kamu tentukan niche yang sangat spesifik. Semakin spesifik niche yang kamu pilih, maka semakin mudah kamu dalam membuat produk atau menawarkan jasa.

2. Target Pengguna

Target Pengguna - Membuat Startup

Setelah niche, langkah selanjutnya adalah memikirkan target pengguna. Bisa saja niche yang kamu pilih itu diminati atau diperlukan oleh semua kalangan. Akan tetapi, kamu harus memastikan hal tersebut. 

Contoh sederhana juga adalah Traveloka. Ini startup yang menawarkan layanan yang sama dengan OYO. Keduanya merupakan aplikasi untuk booking hotel. Akan tetapi, target penggunanya berbeda. Secara umum, OYO itu diminati oleh para backpacker. Pasalnya, hotel yang ditawarkan itu hotel low budget. Berbeda dengan Traveloka yang menawarkan hotel dari budget yang rendah hingga tinggi. Meskipun kebanyakan di Traveloka merupakan hotel yang mahal.

Makanya, ada baiknya kamu tentukan target market startup kamu. Tentukan berdasarkan gender, usia, kesukaan, hobi, kemampuan finansial, dan lain sebagainya. Semakin spesifik target pengguna yang kamu tentukan, semakin mudah bagi kamu untuk menentukan layanan apa yang harus kamu siapkan.

3. Solusi yang Ditawarkan

Solusi Penawaran - Membuat Startup

Dalam menentukan atau bahkan saat kamu sedang mencari ide startup, kamu juga harus cari tahu solusi apa yang ingin kamu tawarkan. Semakin bagus dan solutif solusi yang kamu berikan, kemungkinan besar startup kamu bakal diterima oleh masyarakat luas.

Nah, kamu perlu mencari dulu apa masalah yang target pengguna kami hadapi. Dari sini, kamu bisa tahu solusi yang tepat untuk kamu tawarkan ke mereka. Jadi, awalnya cari dulu masalah yang belum terselesaikan. Kemudian, kamu akan tahu solusi apa yang bisa kamu tawarkan.

Itulah beberapa langkah mencari ide membuat startup. Menurut kamu, apakah mudah atau susah? 

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Menentukan Ide

Membuat Keputusan - Membuat Startup

Mungkin kamu sudah mendapatkan ide untuk membuat startup. Lalu, apa yang harus kamu lakukan?

Tahap selanjutnya adalah validasi. Ini proses yang diperlukan untuk menentukan apakah membuat startup dengan ide utamanya bisa diterima oleh masyarakat atau tidak. Bagaimanapun juga, ide yang kamu miliki bisa saja bagus. Tapi, belum tentu lho ide tersebut bisa diterima oleh masyarakat. 

Maka dari itu, kamu perlu melakukan validasi. Bagaimana caranya? Coba saja kamu tawarkan kepada orang terdekat. Misalnya saja ke anggota keluarga, saudara, atau teman. Minta mereka untuk menggunakan startup atau aplikasi yang kamu buat. Minta testimoni dari mereka secara jujur. Jika responnya positif, kamu bisa melakukan validasi secara lebih luas. Misalnya saja kamu tawarkan ke orang yang ada circle pertemanan di media sosial milik kamu. Lihat responnya.

Tentu tidak semuanya akan memberikan respons yang positif. Ada juga yang merespons negatif. Namun, bukan berarti ide yang kamu tawarkan kurang bagus. Namanya saja ide. Pasti ada yang setuju dan tidak.

Kamu hanya perlu melihat persentase yang puas dengan yang tidak. Jika yang puas lebih banyak daripada yang tidak, itu tanda bahwa membuat startup yang kamu bangun layak untuk dibuat secara lebih serius.

Jika validasi sudah ok dan tanggapan bagus, kamu bisa menyempurnakan aplikasi startup yang kamu buat. Kamu bisa tawarkan layanan yang lebih lengkap dan lebih profesional.

Baca Juga: Mau Tahu Rumus Sukses ala Bob Sadino?

Nah, itulah beberapa hal yang perlu kamu pahami mengenai ide membuat startup. Dalam mencari ide, kamu mungkin perlu melakukan brainstorming terlebih dahulu. Brainstorming merupakan proses mencari ide sebanyak mungkin. Lalu, kamu bisa sortir mana ide yang tepat untuk kamu ambil. Lakukan validasi dan jika respons positif, kamu bisa meneruskan untuk membangun startup milik kamu sendiri.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Inspirasi