InspirasiGaya HidupTren Fashion Terbaru

Pelajaran Berharga dari Beberapa Startup Indonesia yang Sukses

Banyak milenial yang ingin sekali memiliki startup. Atau setidaknya mereka ingin bekerja di sebuah startup. Padahal, tidak semua startup Indonesia itu berhasil. Hanya ada beberapa startup Indonesia yang sukses.

Baca Juga: Cara Hidup Sehat dan Awet Muda yang Mudah Sekali

Tidak percaya? Coba perhatikan sendiri. Berapa banyak jumlah startup Indonesia yang muncul di 2 atau 3 tahun terakhir? Memang ada tapi pertumbuhannya tidak signifikan. Hanya ada nama-nama startup Indonesia yang sudah stabil yang bertahan seperti Tokopedia dan Gojek. Bahkan, startup yang cukup awal muncul di Indonesia juga sudah ada yang tumbang.

Jadi, masih berniat untuk membuat startup?

Tentu tidak ada salahnya jika kamu membuat startup. Dunia berubah. Begitu juga dengan bisnis. Behavior masyarakat juga ikut berubah. Ini membuat startup mana saja bisa tumbang. Ada juga startup Indonesia yang tetap bertahan atau bahkan startup baru muncul lalu mendulang kesuksesan.

Yang pasti, ada baiknya kamu belajar juga beberapa startup Indonesia yang sukses. Kenapa? Karena pengalaman dari mereka bisa menjadi bekal sehingga startup yang kamu sedang kembangkan tidak tumbang di tengah jalan.

90 Persen Startup Gagal Tumbuh. Kenapa?

Pernah dengar bahwa sebagian banyak startup itu gagal berkembang? Padahal, sekarang sudah ada forum para pendiri startup. Bahkan, pemerintah juga menyediakan ruang khusus, entah itu untuk konsultasi, coaching, inkubasi, dan lain sebagainya. Tapi, mengapa kebanyakan dari mereka gagal?

Bahkan, persentase kegagalannya sangat tinggi lho. Mencapai 90 persen. Apakah kamu tahu alasannya?

Ternyata, alasannya satu. Kebanyakan startup itu ikut-ikutan. Jadi, ide startup lainnya yang sudah work diterapkan dengan nama yang berbeda. Misalnya saja Gojek. Ini merupakan startup Indonesia yang bisa dikatakan paling awal di Indonesia. Lihat saja banyak sekali perusahaan yang mirip dengan Gojek.

Apakah mereka berhasil? Sepertinya tidak. Hanya ada satu kompetitor terkuat Gojek yaitu Grab. Padahal, ada belasan atau bahkan puluhan aplikasi yang sama lho. 

Meniru ide bisnis startup lain tidak akan membuat startup kamu berkembang. Karena pada dasarnya sebuah startup itu diterima oleh masyarakat ketika mereka menawarkan solusi. Belajar dari Gojek, ada satu solusi yang ditawarkan. Yaitu membuat masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan tukang ojek dengan harga yang fair.

Sekarang, pertanyaannya adalah apa solusi yang kamu tawarkan dengan startup yang sedang kamu buat? 

Belajar dari 5 Startup Indonesia yang Sukses

Untuk lebih jelas lagi, ada baiknya kamu belajar langsung dari 5 startup di Indonesia yang sukses. 

1. Go-Jek

Gojek - Startup Indonesia

Salah besar jika tidak menjadikan Gojek sebagai startup nomor 1 di Indonesia. Bahkan, bisa dikatakan Gojek merupakan pionir perusahaan teknologi yang ada di Indonesia. Perusahaan ini menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk membangun startup di bidang lain. 

Ide sederhana pembuatan Gojek ini sederhana, yaitu membantu masyarakat agar bisa mendapatkan ojek dengan lebih mudah. Mereka tidak perlu datang ke pangkalan. Cukup di rumah atau di tempat di mana ia berada. Dan biarkan ojek datang menjemput.

Di sisi lain, perusahaan juga tahu banyak orang yang tidak suka menggunakan ojek karena tarifnya yang tidak jelas. Makanya, aplikasi Gojek dibuat untuk memberikan tarif yang fair antara pengguna dan juga driver.

Sekarang, Gojek tidak hanya menawarkan jasa ojek online tapi juga ada taksi online. Ada juga Gofood. Dan banyak lagi jasa lain yang ditawarkan. Yang jelas, perusahaan Gojek ini dibangun karena ingin memberikan solusi transportasi di Indonesia.

Awalnya, Gojek hanya dibuat untuk kota Jakarta. Kota yang satu ini sangat macet sehingga berkendara dengan motor menjadi yang paling efektif untuk memecah kemacetan. Makanya, Nadiem Makarim membuat startup Indonesia yang dinamakan Gojek. 

Hanya saja, ternyata Gojek ini juga diterima di kota-kota lain. Bukan hanya kota yang macet seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung, tapi juga kota-kota kecil yang sebenarnya tidak begitu macet.

2. Tokopedia

Tokopedia - Startup Indonesia

E-commerce Indonesia yang merupakan pionir dan masih bertahan hingga saat ini adalah Tokopedia. Padahal, ada banyak sekali pesaing yang berdatangan. Mengapa Tokopedia bertahan?

Setidaknya ada dua alasan utama. Yang pertama, Tokopedia menjaga komitmen untuk membantu memajukan UMKM Indonesia. Para produsen barang atau UMKM lebih memilih menjual produk mereka di Tokopedia daripada di marketplace lainnya. Selain mudah dan murah, ekosistem yang dibuat Tokopedia juga sangat baik untuk mereka.

Yang kedua, Tokopedia selalu memberikan inovasi yang membuat masyarakat, entah itu penjual ataupun pembeli merasa lebih aman dan nyaman melakukan transaksi. Apalagi setelah Tokopedia mendapatkan suntikan dana dari banyak sekali investor. Mereka seolah menjadi marketplace yang tidak terkalahkan.

Adalah William Tanuwijaya yang menjadi pendiri Tokopedia ini. Dari cerita awal pembuatan Tokopedia, ia memang ingin membantu para produsen untuk berjualan online dengan lebih mudah, murah, efektif, dan efisien. Dan itulah yang terus dipegang oleh William hingga sekarang.

3. Traveloka

Traveloka - Startup Indonesia

Traveloka merupakan startup Indonesia yang bergerak di bidang pariwisata. Masyarakat Indonesia sudah sangat familiar sekali dengan aplikasi yang satu ini. Ketika mereka ingin membeli tiket pesawat, hotel, ataupun tiket kereta, mereka bisa booking secara online.

Traveloka ini memecahkan satu masalah besar yang sering didapati oleh masyarakat, terutama mereka yang sedang ingin bepergian. Sebelum ada travelola, mereka harus membeli tiket di agen atau di tempat di mana alat transportasi digunakan. Mereka harus antri panjang. Dan terkadang mereka harus menelan kekecewaan ketika tiket sudah habis.

Dengan Traveloka, mereka bisa booking kapan saja dan di mana saja dengan hanya menggunakan gadget. Mereka bisa tentukan waktu keberangkatan. Begitu juga ketika mereka ingin booking hotel. Mereka bisa memilih hotel mana yang diinginkan sehingga mereka bisa sesuaikan dengan budget yang mereka miliki.

4. Ruangguru

Ruang Guru - Startup Indonesia

Ini juga termasuk startup Indonesia yang sukses yang bergerak di bidang pendidikan. Ruangguru merupakan startup Indonesia yang memberikan jasa sistem pembelajaran online. Jadi, les tidak perlu lagi mahal. Karena dengan membayar beberapa ratus ribu saja, anak bisa belajar banyak hal dari aplikasi ini. Mereka juga bisa bertatap muka secara online dengan para mentor terbaik di bidang masing-masing.

Ini memecahkan masalah berupa biaya pendidikan atau kursus yang mahal. Kini, kursus yang biasanya hingga jutaan rupiah bisa dinikmati dengan harga ratusan ribu rupiah saja. Dan pembelajaran bisa dilakukan secara daring.

5. OVO

OVO - Startup Indonesia

Banyaknya transaksi online membuat perusahaan startup OVO begitu populer. Dengan OVO, kini masyarakat bisa melakukan transaksi online dengan lebih mudah. 

Banyak sekali pesaingnya yang bermunculan. Namun, OVO selalu inovatif, seperti memberikan poin untuk setiap transaksi, cashback untuk jenis transaksi tertentu, dan menjalin kerja sama dengan berbagai gerai, tidak hanya gerai online tapi juga offline.

Baca Juga: Tips Gaya Casual Wanita Sehari-Hari Namun Tetap Elegan

5 startup Indonesia yang sukses tersebut patut untuk dijadikan contoh. Jangan sampai kamu yang sekarang sedang membangun startup harus menelan pil pahit seperti 90% startup lainnya yang harus gagal di tengah jalan.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Inspirasi