Gaya HidupInspirasi

Ada Lho Sisi Positif Dalam Gaya Hidup Sosialita

4 Gaya Hidup Sosialita Ada Lho Sisi Positifnya

Siapa bilang gaya hidup sosialita itu buruk. Harus diakui, banyak sekali sisi negatif dari lifestyle yang satu ini. Akan tetapi, jika kamu mau melihat dari sudut pandang yang berbeda, ternyata ada sisi positifnya.

Baca Juga: Mau Liburan Sendiri? Baca Dulu Tips Traveling untuk Wanita Ini

Sayangnya, kebanyakan orang sudah memberikan judgment negatif terhadap mereka para sosialita. Misalnya saja mereka dianggap suka hidup hura-hura, sering pamer harta, dan lain sebagainya.

Jika kamu orang yang terbuka yang mau melihat apapun dari sudut pandang yang berbeda, kamu bisa tahu bahwa ada sisi positif dari gaya hidup sosialita. Namun, kamu harus lebih dahulu mengenal mereka jauh lebih dekat lagi.

Seperti Apa Gaya Hidup Sosialita Itu?

Sebelum membahas perspektif positif dari gaya hidup sosialita, ada baiknya kamu pahami dulu apa itu dimaksud dengan istilah yang satu ini. Benarkah gaya hidup ini bisa langsung disamakan dengan hedonism atau kebiasaan berfoya-foya?

Memang benar kesan yang didapatkan saat ini mengenai sosialita adalah seseorang yang suka dengan glamor. Namun, bukan ini arti sebenarnya. Awal kata sosialita itu ditujukan pada orang-orang kaya yang suka dihibur dan juga menghibur. Maksudnya dihibur adalah disenangkan, entah itu dengan pertunjukkan meriah, pakaian mewah, mobil mewah, perhiasan, dan lain sebagainya. 

Dan yang dimaksud dengan menghibur adalah keinginan mereka untuk membuat orang senang. Ketika ada orang yang terdampak bencana atau dalam masa sulit, mereka sangat ingin membantu.

Sayangnya, istilah sosialita mengalami pergeseran. Saat ini, sosialita diartikan sebagai orang yang suka kehidupan mewah. Itu saja. Bahkan, tak jarang sosialita itu sebenarnya bukan dari kalangan orang kaya. Mereka hanya ingin terlihat memiliki gengsi yang tinggi sehingga mereka memaksakan diri untuk terlihat mewah. Apapun dilakukan, tak terkecuali membeli barang mewah dengan cara kredit yang sebenarnya di luar kemampuan finansial mereka. 

Ada juga yang real menyewa barang branded hanya untuk momen tertentu seperti arisan atau kondangan. Tujuannya tidak lain agar bisa terlihat memiliki gaya hidup sosialita. 

Pergeseran makna tersebut merupakan hal yang alamiah. Dan itu tidak bisa disangkal. Meskipun demikian, ada juga sosialita yang sesuai dengan makna awal sosialita. Dan inilah yang membuat mereka yang bergaya hidup sosialita tetap memberikan hal yang positif, tidak hanya negatif.

4 Hal Positif yang Dilakukan Para Sosialita 

Banyak sekali kesan negatif yang ditimbulkan dari lifestyle sosialita. Misalnya saja mencuri dan menipu. Tidak sedikit mereka yang bergaya sosialita harus melakukan dua hal negatif tersebut. Karena tuntunan untuk memiliki barang branded, apapun akan dilakukan. Tak terkecuali mencuri dan menipu.

Akan tetapi, tidak semua sosialita itu melakukan hal negatif. Faktanya, banyak sosialita yang justru memberikan efek positif. 

1. Penggerak Ekonomi

Penggerakan Ekonomi - Gaya Hidup Sosialita

Apa jadinya jika tidak ada sosialita. Pasti tidak ada barang branded yang harganya selangit yang laku di pasaran. Padahal, barang-barang seperti itu menghidupi banyak orang. Karena adanya barang branded yang super mahal, ada toko atau kios untuk menjual barang mewah yang disewakan. Misalnya saja di mall di kota-kota besar. 

Dan efeknya sampai masyarakat kecil. Produsen barang branded bisa mempekerjakan banyak orang. Bukankah itu bagus untuk pergerakan ekonomi?

Berbeda dengan barang-barang yang harganya relatif murah. Biasanya, produsen tidak terlalu banyak mempekerjakan orang. Jadi, sudah jelas kan kenapa ada efek positif dari gaya hidup sosialita? Setidaknya efek positif yang satu ini bisa dirasakan secara tidak langsung oleh banyak orang, meskipun mereka bukan kaum sosialita. 

2. Persahabatan Erat

Gaya Hidup Sosialita

Sosialita biasanya memiliki grup pertemanan. Bisa saja grup tersebut lebih dari satu. Yang paling sering dilakukan adalah arisan. Karena adanya grup dan juga kegiatan seperti arisan, persahabatan yang mereka jalin begitu kuat. Bukankah ini juga hal yang positif?

3. Suka Berbagi

Berbagi - Gaya Hidup Sosialita

Nah, yang satu ini sesuai dengan makna paling awal dari gaya hidup sosialita. Dulunya, sosialita itu berasal dari kalangan orang kaya dan bangsawan. Karena itu, mereka punya banyak harta untuk bisa hidup mewah. Namun, disisi lain, mereka juga suka berbagi. 

Dulu, sosialita tidak segan menyumbangkan banyak harta mereka untuk kepentingan masyarakat kecil, terutama mereka yang sedang dalam kesulitan. Niat mereka bisa berbeda-beda. Ada yang tulus dan ikhlas. Ada juga yang ingin pamer. 

Apapun niatnya, mereka bisa membantu masyarakat yang tertimpa musibah atau dalam keadaan sulit. Harta mereka begitu banyak sehingga mereka tidak berat untuk berbagi.

Kebiasaan positif ini juga yang ditunjukkan oleh sosialita zaman sekarang. Memang tidak semua. Namun, tidak sedikit sosialita yang mengumpulkan uang donasi untuk disumbangkan, entah itu untuk korban bencana, panti asuhan, anak terlantar, dan lain sebagainya.

4. Memperluas Jaringan

Pebisnis - Gaya Hidup Sosialita

Jika kamu seorang pebisnis, tentu kamu perlu memperluas jaringan. Semakin luas jaringan pertemanan kamu, semakin besar potensi bisnis kamu berkembang. Setidaknya, semakin banyak orang yang kenal dengan kamu dan juga bisnis yang kamu jalankan.

Dengan gaya hidup sosialita, kamu bisa lebih cepat memperluas jaringan. Satu orang sosialita bisa membuat kamu mengenal banyak orang. Dan harus dipahami kaum sosialita itu konsumtif. Jadi, potensi berbisnis dengan kamu itu sangat tinggi. 

Jadi, tidak boleh naif jika gaya hidup mewah para sosialita itu juga memberikan efek positif. Meskipun tidak bisa dipungkiri banyak yang terkena dampak negatifnya.

Gaya Hidup Mewah Sosialita yang Sehat 

Dampak positif tersebut hanya bisa kamu rasakan jika kamu memilih bergaya hidup sosialita yang sehat. Bagaimana caranya?

Kamu harus memilih kelompok sosialita. Sudah menjadi kebiasaan di mana kaum sosialita itu membuat grup. Yang paling sering dibuat adalah grup arisan. Tentu itu tidak masalah. Akan tetapi, kamu harus selektif dalam memilih grup. Hindari bergabung dengan grup yang hanya pamer harta saja. Jelas ini negatif sekali.

Akan lebih baik jika kamu bergabung dengan kelompok sosialita yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Biasanya, mereka adalah orang kaya yang sesungguhnya. Karena orang yang benar-benar kaya tidak terlalu silau dengan harta. Beda dengan orang kaya abal-abal atau orang yang berlagak kaya. Mereka hanya fokus pada kekayaan, bukan bagaimana cara menggunakan kekayaan tersebut untuk hal yang lebih baik. Mereka hanya sibuk pamer harta kekayaan saja.

Selain itu, kamu juga tetap harus bergaul dengan circle pertemanan lain. Jangan hanya membatasi pertemanan dengan sesama orang kaya atau sesama sosialita saja. Karena dengan memiliki teman yang heterogen, kamu bisa lebih tahu tentang kehidupan. Tidak semua orang kaya dan bisa menerapkan gaya hidup sosialita. Ini yang akan menjadi rem saat kamu terlalu silau dengan gemerlap dunia sosialita.

Baca Juga: Tempat Wisata Murah Favorit Bule Saat Traveling di Indonesia

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kamu pelajari tentang gaya hidup ala sosialita. Yang pasti, jangan terlalu skeptis dengan mereka yang bergaya sosialita. Kamu bisa boleh menerapkan gaya hidup sosialita asalkan lebih banyak dampak positif yang kamu dapatkan, bukan sebaliknya.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Gaya Hidup