Gaya HidupInspirasiKesehatan

Pola Tidur yang Baik untuk Remaja yang Sering Diabaikan

Pola Tidur yang Baik untuk Remaja yang Sering Diabaikan

Pola tidur yang baik untuk remaja sangat menentukan perkembangan fisik dan juga kecerdasan. Sayangnya, hal tersebut sering diabaikan. Bahkan, remaja sekarang cenderung tidak memiliki waktu tidur yang cukup. Mungkin ini juga yang akhirnya mengganggu kehidupannya, entah itu kehidupan sosial ataupun kehidupannya di sekolah.

Baca Juga: Pola Makan Hidup Sehat yang Harus Kamu Pahami

Jika kamu merasa tidak begitu bersemangat atau prestasi di sekolah terus menurun, bisa jadi itu disebabkan oleh pola tidur yang kurang tepat. Bukan karena kamu kurang keras dalam belajar.

Belum lagi jika kamu lebih sering sakit sehingga kamu sering melewatkan momen penting di sekolah atau di komunitas. Sepertinya kamu harus tahu bagaimana pola tidur yang baik untuk remaja. Tujuannya agar kondisi kesehatan fisik dan mental kamu menjadi lebih baik. Dan kehidupan kamu akan terasa penuh semangat.

Bukankah itu yang penting untuk masa remaja kamu?

Remaja Butuh Waktu Pola Tidur yang Jauh Lebih Lama

Sebelum membahas tentang pola tidur yang baik untuk remaja, kita perlu memiliki kesepahaman mengenai remaja. Secara umum, anak dikatakan sudah masuk usia remaja ketika sudah berada di bangku SMP, yaitu ketika usianya 13 tahun. Hingga kelas 3 SMA atau usia 18 tahun, anak masih dikatakan remaja. Baru kemudian ketika sudah berusia di atas 18 tahun, ia dikatakan dewasa.

Tahukah kamu jika remaja itu butuh waktu tidur yang jauh lebih panjang? Menurut dokter, sangat disarankan remaja itu memiliki waktu tidur yang lebih lama. Untuk anak SMP, sebaiknya tidur tidak kurang dari 9 jam. Maksimal 11 jam. Sementara itu, anak SMP seharusnya memiliki waktu tidur kurang lebih 8 hingga 10 jam.

Alasannya sederhana. Anak remaja masih berkembang. Dan tubuh juga tetap berkembang ketika sedang tidur. Bahkan, perkembangan jauh lebih baik saat tubuh tidak sedang melakukan apa-apa. Sel-sel melakukan proses regenerasi, jaringan otak saling terkoneksi, dan lain sebagainya.

Lebih dari itu, tidur bagi remaja juga membantu untuk mendapatkan tenaga atau energi kembali. Secara umum, remaja membutuhkan tenaga yang jauh lebih banyak. Mereka sedang dalam masa di mana mereka sangat aktif, entah itu di sekolah atau di luar sekolah. Agar menunjang aktivitas tersebut, tidurnya harus lebih lama. Mereka harus menerapkan pola tidur yang baik untuk remaja.

Lain hal dengan orang dewasa yang masa pertumbuhannya sudah berhenti. Waktu tidak hanya untuk mengistirahatkan badan dan otak saja. Tidak lebih dari itu.

Nah, dari sini jelas kan mengapa remaja butuh waktu yang lebih panjang atau lama untuk tidur? Tentunya dengan satu catatan. Pola tidur harus teratur. Tidak sembarang tidur.

Pola Tidur Remaja yang Direkomendasikan

Tidur Nyenyak - Pola Tidur

Pertanyaannya sekarang, seperti apa pola tidur yang direkomendasikan? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, remaja SMP tidur sekitar 9 hingga 11 jam. Sementara itu, anak SMA tidur sekitar 8 hingga 10 jam. 

Ambil saja rata-rata, yaitu 10 jam. Maka harus ada pola tidur yang harus diikuti. Sangat disarankan agar remaja tidur setidaknya 2 jam di siang hari. Atau maksimal 3 jam. Kemudian di malam hari, ia bisa tidur sekitar 7 atau 8 jam.

Tidur siang sering disebut dengan siesta. Waktunya biasanya jam 1 siang hingga sore hari. Ini waktu di mana tubuh mengalami kelelahan setelah beraktivitas sepanjang pagi. Makanya, tubuh harus diistirahatkan sembari mengembalikan energi lagi.

Jika remaja tidak melakukan siesta, biasanya ia akan merasa pegal dan lemas di sore atau menjelang malam hari. Dan di malam hari, ia tidak memiliki cukup tenaga untuk belajar. Ia tidak bisa konsentrasi belajar. Padahal, malam hari biasanya dipakai untuk mengerjakan tugas sekolah atau mempelajari pelajaran di esok hari.

Karena tidak tidur siang, tubuh merasa lelah. Begitu juga dengan otak. Akibatnya, tidak ada waktu untuk belajar. Atau belajar pun tidak efektif. 

Problem Tidur Para Remaja

Apakah semua remaja bisa tidur dalam waktu yang direkomendasikan seperti di atas? Sayangnya tidak. Remaja sekarang ini cenderung tidak memiliki waktu tidur yang cukup. Mengapa? Ada banyak faktor penyebabnya.

1. Gadget

Bermain Gadget - Pola Tidur

Salah satu faktor yang paling sering menjadikan remaja tidak cukup tidur adalah gadget. Mungkin ia berniat untuk tidur. Ia sudah ada di atas tempat tidur. Hanya saja, ia tidak cepat tidur lantaran bermain gadget. Ia scrolling media sosial hingga berjam-jam. Dan tidak terasa ia sudah menghabiskan waktu yang seharusnya tidur tapi justru hanya bermain gadget saja.

Media sosial memang candu bagi remaja. Sekali seorang remaja membuka media sosial, maka ia akan kesulitan untuk berhenti.

Itulah mengapa salah satu tips agar kamu bisa menerapkan pola tidur yang baik untuk remaja adalah dengan menjauhkan gadget saat tidur. Matikan gadget. Jangan sampai ada distraction ketika ingin tidur.

2. Stres

Stress - Pola Tidur

Beberapa remaja tidak cukup tidur karena stres. Mereka stres lantaran banyaknya PR dan juga tugas dari sekolah. 

Entah siapa yang salah. Ada beberapa sekolah di mana guru-guru memang selalu memberikan PR. Hingga akhirnya peserta didik hampir selalu menghabiskan waktu di rumah setelah sekolah untuk mengerjakan tugas. 

Hal tersebut secara otomatis membuat anak didik tidak punya waktu untuk tidur. Kalaupun bisa tidur, mereka tidak bisa tidur lelap lantaran stres memikirkan tugas yang sangat banyak.

Stres ini membuat remaja cemas. Saat cemas, remaja cenderung mencari hal lain sebagai pengalihan. Salah satunya dengan bermalasan sambil membuka media sosial. Dan itu bisa terjadi hingga berjam-jam. 

3. Gangguan Kesehatan

Gangguan Kesehatan - Pola Tidur

Bisa saja kurangnya waktu tidur disebabkan adanya masalah kesehatan. Misalnya saja insomnia. Ini kondisi di mana remaja sulit tidur di malam hari. Insomnia ini berkaitan dengan gangguan mental. 

Insomnia ini biasanya disebabkan olah depresi atau tekanan dalam hidup. Entah itu tekanan pelajaran yang begitu berat atau adanya masalah sosial. Pasalnya, remaja sering mengalami masalah sosial. Apalagi jika remaja sedang masa puber dan sudah mengenal dunia cinta. Stres sering dialami. Dan stres itulah yang menyebabkan insomnia.

Ada juga yang disebabkan oleh nocturia. Apa itu nocturia? Ini kondisi di mana seseorang sering bangun di malam hari karena ingin buang air kecil. Jelas ini mengganggu proses tidur remaja di malam hari. Tidur menjadi tidak lelap dan rasanya waktu tidur tidak begitu panjang lantaran sering terbangun.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu pahami mengenai faktor yang menyebabkan remaja kekurangan waktu untuk tidur. Ada yang sifatnya disengaja seperti selalu main gadget sebelum tidur. Ada juga yang disebabkan oleh gangguan kesehatan yang tidak bisa dihindari.

Baca Juga: Mau Tahu Seperti Apa Diet yang Baik untuk Remaja?

Yang pasti, bukan hanya makan makanan yang sehat saja yang perlu dilakukan. Menerapkan pola tidur yang baik untuk remaja juga sangat menentukan bagaimana kondisi kesehatan kamu dan juga tumbuh kembang kamu selama masa remaja.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Gaya Hidup