Gaya HidupInspirasi

Perilaku Karyawan Produktif yang Bikin Atasan Suka Dengan Keadaan

5 Perilaku Karyawan Produktif yang Bikin Atasan Suka

Perusahaan tidak hanya mencari karyawan yang pintar. Bahkan, dalam proses penerimaan pegawai baru, yang ditonjolkan sebenarnya adalah perilaku. Karena ini modal yang sangat penting. Atasan akan selalu melihat perilaku karyawan produktif, bukan dari mana seorang karyawan berasal, lulusan universitas mana, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Makanan Penderita Hipertensi yang Sebaiknya Dikonsumsi

Maka dari itu, jika kamu sudah diterima kerja, yang harus kamu lakukan tidak hanya ikut perintah. Kamu juga perlu meningkatkan produktivitas. Ini wajib kamu lakukan jika tidak ingin tergusur dengan karyawan baru lainnya. 

Ada banyak sekali calon pesaing yang akan datang suatu saat ini. Mereka mungkin saat ini masih menyelesaikan kuliah. Namun, tahun ini atau tahun-tahun mendatang akan ada banyak karyawan baru. Jika kamu tidak produktif, bisa saja kamu akan diganti dengan karyawan baru. Jadi, sudah siap untuk mengetahui perilaku karyawan produktif itu seperti apa? 

Produktif Itu Bukan Selalu Sibuk 

Ada anggapan yang salah namun diterima oleh kebanyakan orang. Yaitu anggapan orang produktif itu adalah orang yang super sibuk. Jadi, ketika ada orang yang tidak pernah berhenti bekerja, itu disebut dengan orang produktif.

Anggapan tersebut salah besar. Produktif itu sebuah sikap di mana seseorang bisa menciptakan sesuatu. Dan ini tidak ada kaitannya dengan waktu yang lama. Bahkan, tidak benar juga jika seorang karyawan yang bekerja di pagi hingga sore itu produktif. Ukurannya satu. Apakah ia menghasilkan sebuah hasil? Dan bagaimana hasilnya?

Jadi, perilaku karyawan produktif tidak dilihat dari berapa lama ia bekerja tapi seberapa banyak hasil kerja yang dihasilkan. Bahkan, karyawan yang produktif itu tahu bagaimana cara memanfaatkan waktu dengan baik. Ia bekerja sangat efektif dan efisien. Bisa saja ia bekerja hanya dalam waktu beberapa jam saja. Namun, hasilnya seperti yang karyawan lain yang bekerja hingga sehari penuh. 

Jadi, satu kata kuncinya, yaitu bekerja efektif. Inilah perilaku yang dimiliki oleh karyawan yang produktif. Lalu, apa yang karyawan tersebut lakukan sehingga bisa sangat produktif? 

Tips Meningkatkan Produktivitas Karyawan 

Mungkin kamu saat ini juga ingin terlihat sebagai karyawan yang baik di mata atasan. Kamu ingin sekali produktif saat bekerja. Jadi. Tidak ada alasan untuk memberhentikan kamu. Atau bahkan atasan kamu punya alasan semakin kuat untuk menaikkan gaji atau menawarkan jabatan baru. 

Berikut ini perilaku karyawan produktif yang patut untuk kamu tiru: 

1.Meningkatkan Pengetahuan dan Skill

Meningkatkan Pengetahuan - Karyawan Produktif

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, agar kamu bisa bekerja lebih produktif, maka kamu harus bisa bekerja cepat. Kamu harus menggunakan waktu seefisien mungkin. 

Apakah itu artinya kamu harus memiliki tenaga yang lebih? Bukan. Kamu harus bekerja dengan cerdas. Karena kecepatan kamu dalam menyelesaikan tugas itu tergantung pada kecerdasan. Makanya, kamu harus selalu meng upgrade pengetahuan dan skill yang kamu miliki.

Mulailah dengan menginvestasikan uang untuk belajar. Ketika ada seminar atau pelatihan yang digelar perusahaan, kamu harus antusias. Atau bahkan kamu perlu mengorbankan waktu istirahat di saat weekend dengan cara mengikuti serangkaian kursus.

Pastikan kursus atau pelatihan yang kamu pilih bisa membuat cara bekerja kamu di perusahaan lebih efektif. Kamu harus menjadi smart worker.

2. Memperbaiki Sikap

Memperbaiki Sikap - Karyawan Produktif

Karyawan produktif tidak hanya ditunjukkan dengan seberapa cepat ia menyelesaikan tugas. Ada perilaku atau sikap baik yang ia tunjukkan. Ia jujur. Ia juga komunikatif dengan tim. Ia tidak malu untuk mengungkapkan pendapatnya dengan kalimat yang santun di depan tim.

Dan yang pasti, satu perilaku karyawan produktif yang harus kamu miliki. Kamu harus disiplin. Karyawan yang produktif tidak memiliki niat sedikitpun untuk menjilat atau show off di depan atas. Ia menunjukkan kualitasnya sebagai karyawan dengan sikap disiplin saat bekerja.

Sikap baik yang ditunjukkan juga berupa inisiatif. Karyawan yang produktif tidak ingin terlalu sering komplain. Selalu ada masalah ketika menjalankan pekerjaan. Misalnya saja ketika ia harus menyelesaikan laporan padahal printer rusak, ia tidak komplain dengan menyalahkan tim teknisi. Ia akan memikirkan solusi, seperti keluar dari kantor dan mencari tempat jasa printing. Begitu juga ketika ada masalah lainnya. Ia tidak ingin mengeluh melainkan fokus mencari solusi.

3. Tempat Kerja Selalu Rapi

Kantor Rapih - Karyawan Produktif

Ini terdengar aneh tapi memang ada penjelasan atau kaitannya. Jika ingin tahu mana karyawan produktif dan yang tidak, lihat saja meja kerjanya. Jika meja kerja selalu rapi, itu salah satu tanda. Mengapa? Karena produktivitas dalam kerja itu berkaitan dengan efektivitas. Bagaimana bisa bekerja dengan efektif jika meja kerja berantakan?

Sebenarnya, ini tidak hanya dilihat dari meja kerja. Ini juga bisa dilihat dari bagaimana ia menata lembaran kertas kerja, folder di dalam laptop, dan lain sebagainya. Karena seseorang bisa bekerja cepat ketika semuanya rapi. Dan sampelnya bisa dilihat dari meja kerjanya.

4. Bekerja Lebih Awal

Bekerja Lebih Awal - Karyawan Produktif

Karyawan produktif tidak ingin menunda pekerjaan. Ia juga tidak ingin menyelesaikan pekerjaan yang sudah out of date. Ia ingin sekali menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline atau bahkan selesai lebih awal daripada deadline.

Apa yang ia lakukan? Selain bekerja dengan cerdas, ia juga ingin memanfaatkan waktu yang ada. Ia datang ke kantor lebih awal. Atau ia mulai bekerja dari rumah atau saat berada di kendaraan yang menuju ke kantor. Jadi, setidaknya sudah ada pekerjaan yang sudah dilakukan. 

Maka dari itu, perilaku karyawan produktif biasanya ditunjukkan seberapa sering ia telat berangkat ke kantor. Kebanyakan mereka tidak pernah telat. Bahkan, mereka lebih awal daripada karyawan lainnya.

Dan satu lagi. Mereka tidak pernah pulang lebih lambat atau membawa pekerjaan ke rumah. Kenapa? Karena membawa pekerjaan ke rumah atau lembur di kantor hingga larut malam itu pertanda karyawan tidak bekerja efektif. Bukankah keefektifan dalam bekerja itu tanda produktivitas karyawan?

Jadi, tidak selalu karyawan yang sering lembur itu bagus. Bisa saja ia tidak bisa memanfaatkan waktu. Atau ia tidak memiliki skill serta pengetahuan yang cukup sehingga cara kerjanya bisa lebih cerdas dan efektif.

5. Selalu Mencatat

Selalu Mencatat - Karyawan Produktif

Ini perilaku karyawan produktif yang harus kamu tiru. Kamu harus selalu bawa buku catatan. Atau kamu bisa memanfaatkan aplikasi pencatatan di smartphone. Ketika ada pengarahan dari atasan, karyawan produktif akan selalu membuat catatan. Karena dari catatan tersebut, ia sudah membayangkan apa saja yang harus dilakukan dan harus dimulai dari mana.

Lain hal dengan yang tidak terbiasa mencatat. Daya ingat otak itu terbatas. Karyawan yang hanya mengandalkan daya ingat kemungkinan besar mudah lupa dengan briefing yang diberikan. Akhirnya, pekerjaannya kacau atau ia tidak bisa melakukan tugas secara sistematis.

Baca Juga: Tidak Sulit untuk Bisa Tetap Bugar dan Sehat di Usia Senja

Itulah beberapa perilaku karyawan produktif yang seharusnya kamu terapkan. Perilaku positif tersebut menjadi modal penting untuk jenjang karir kamu di perusahaan manapun kamu bekerja.

What is your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Gaya Hidup